You Are Who I’m Talking ’bout

Get up in the morning
And make a bed
Go down to the dinning room
Then, say ‘hi’ to all I see

Seems like I have a pretty live
Smile everyday
Sleep well every night
And get up in the next morning,
again

But no,
It’s not like this
I’m lonely
I need someone to cry on
tell you my secret
And I, I need someone who will makes me laugh
And I need you
’cause I know
You are who I’m talking ’bout

I keep pretending all along
And keep waiting for the right time to cry
Because everybody push me to always be happy
They don’t know how sad I am
But, I know
you do

And yes,
It’s just like this
I’m lonely
I need someone to cry on
tell you my secret
And I, I need someone who will makes me laugh
And I need you
’cause I know
You are who I’m talking ’bout

I keep thinking along day
hoping you’re gonna call me
I keep watching you
hoping you’re gonna call me
Because I know someday
you’ll know that
you’re who I’m talking about

And yes,
It’s just like this
I’m lonely
I need someone to cry on
tell you my secret
And I, I need someone who will makes me laugh
And I need you
’cause I know
You are who I’m talking ’bout

Cinta Yang Bersembunyi

Awal pertemuan kita
Tatapan matamu
serasa kau membenciku
Tingkah lakumu
serasa kau tak ingin aku di sini

Kau selalu mencoba
untuk palingkan wajahmu dariku
Dan selalu mencoba
Untuk selalu jauh dariku

Namun aku salah
Semua itu hanyalah
tempat cintamu bersembunyi
Yang sebenarnya
Kau menyimpan cintamu sendiri
Tapi ku ingin kau katakan cintamu
padaku, pada dunia
dan pada dirimu sendiri

Bikin Glitter Sendiri!! Ayo Coba!!!

Bagi temen2 yang sudah terbiasa dengan Photoshop tentunya juga tahu dong dengan Image Ready… klo tetep ada yang belum tahu… Image Ready itu satu paket instalasi dengan Photoshop. Guna sebenarnya saya juga belum tahu, tapi beberapa saat yang lalu saat saya coba2 ternyata Image Ready bisa dimanfaatkan untuk membuat animasi sederhana.
Oleh karena ini (pales yah…) ya dah… oleh karena itu kali ini saya coba bagi ilmu untuk membuat animasi text sederhana dengan Image Ready…

Sebenarnya sih bisa saja kalau kita mau buat langsung di Image Ready, tapi saya lebih enak editing lewat Photoshop dulu, baru nanti penggunaan layer tiap frame akan kita atur dengan Image Ready…
So… kupas dulu Photoshop nya… lalu inilah langkah2 nya :
1. Kalau untuk file animasi (dalam ini kita akan membuat file GIF) sebaiknya kita gunakan ukuran sedang untuk menghemat memory, oleh karena itu kita buat file baru dengan klik File >> New >> beri nama dan tentukan ukuran (kalau yang saya pakai nama teks 1 dan ukuran 320×240 serta Backgroun contents >> transparent) >> OK
2. Lalu kita buat text menggunakan Horizontal Type Tool, pilih jenis huruf favorit masing2… dan ketik kata2 yang diinginkan… saya ambil contoh font yang umum saya… Comic Sans MS, saya buat bold, ukuran 70, lalu Blending Options (klik kanan layer >> Blending Options…) dengan Gradient Overlay >> merah-kuning-merah, Stroke warna hitam ukuran 7px.
3. Sekarang agar efek Blending Option menyatu dengan teks, kita duplikasikan 1 kali dengan tekan ctrl+j, lalu kita gabungkan dengan tekan ctrl+shift+e (memang langkah ini terasa tidak merubah apa2, tapi inilah cara yang saya gunakan agar teks ini bisa diberi efek cahaya nantinya)
4. Setelah tulisan jadi… kita duplikasi menjadi 3 layer dengan tekan ctrl+j 2 kali… beri nama tiap layer (sebagai contoh saya beri nama urut 1, 2, dan 3 agar mempermudah nanti saat dipakai dalam tiap frame)
5. Kalau 3 layer tersebut sudah jadi, kita beri efek mulai dari layer 1 dengan efek Lens Flare, caranya klik Filter >> Render >> Lens Flare… disitu kita pakai ukuran yang berbeda-beda (saya menggunakan ukuran 35, 50 dan 70) dan ulangi efek tersebut pada tempat yang berbeda-beda… lalu ulangi pada layer 2 dan 3 dengan letak cahaya yang berbeda juga… (tips dari saya : gunakan cahaya secukupnya, jangan kurang dan jangan berlebihan)
6. 3 Layer telah jadi, sekarang kita pindah ke Image Ready, caranya klik File >> Edit in ImageReady (shift+ctrl+m), lalu kita akan berpindah ke tampilan ImageReady… memang tampilan serta menu2nya nggak beda jauh dengan Photoshop, hanya beda beberapa tool saja…
7. Kini… aktifkan (tampilkan) jendela animasi dengan klik Windows >> Animation, taruh tiap layer pada tiap frame sesuai urutannya dan klik File>>Save Optimized as (jangan yang Save As…)… jadilah
Maaf ya… untuk bagi ilmu kali ini tidak saya sertakan screenshot nya… tp inilah hasil jadinya jika mengikuti tips diatas…

taken from : Riadyawan’s blog.com

Asal Usul Umur Manusia Yang Begitu Panjang

Sejak dahulu kala keledai terkenal sebagai binatang pengangkut bebean, anjung binatang yang setia dan monyet binatang lucu dan penghibur. Karena karakteristik mereka itulah suatu hari mereka dikumpulkan untuk diberi penawaran oleh Tuhan.

“Hai keldai, karena kau sangat baik mau menanggung beban yang sangat berat, Ku -beri kau umur sampai 40 tahun”

Namun keladai berkata ” Jangan Tuhan, aku tak sanggup bila harus selama itu. 20 tahun saja cukup”

Kemudian Tuhan berkata pada anjing “Hai anjing, karena kau sangat baik sebab kau setia pada mjikanmu, Ku-beri kau umur 30 tahun”

Anjing kemudian berkata “Jangan Tuhan, aku tak sanggup bila harus selama itu. 20 tahun saja cukup”

Kini giliran monyet. “Hai monyet, karena kau sangat baik mau menghibur orang – orang, Ku-beri kau umur 20 tahun”

Monyetpun berkata “Jangan Tuhan, aku tak sanggup bila harus selama itu. 10 tahun saja cukup”

Akhirnya jatuh giliran manusia untuk mendapat penawaran. “Hai manusia, karena kau sangat pintar untuk mengolah dunia, Ku-beri kau umur 20 tahun”

Manusia juga menyanggah, namun sanggahannya berbeda. “Jangan Tuhan, itu terlalu singkat untuk mengolah dunia”

Pada akhirnya keledai, anjing, monyet dan manusia membuat perjanjian. Perjanjiannya adalah sisa umur keledai, anjing dan monyet yang mereka tolak diberikan kepada manusia.

Sejak saat itu umur manusia bisa mencapai 60 tahun. Dan sejak saat itu ketika manusia berusia 20 sampai 40 tahun, manusia selalu bekerja dan menanggung beban berat karena itu sisa umur keledai yang diberikan pada manusia. Kemudian ketika manusia berusia 40 sampai 50 tahun, manusia akan menghabiskan waktunya untuk bersama pasangan hidupnya dan setia kepada pasangan hidupnya karena itu sisa umur anjing yang diberikan kepada manusia. Setelah berusia 50 sampai 60 tahun, manusia akan menghabiskan waktunya untuk menghibur, melucu dan bermain dengan cucunya karena itu sisa umur monyet yang diberikan kepada manusia.

The End

Taken from : unknown psycolog

Bumiku

Angin berhembus menggelitik daun – daun
Membuat mereka melambai dengan gemulai
Aku duduk di ujung bangku
Di bawah matahari yang menyeringai

Tetapi itu telah berlalu
Yang dirasa kini tak seindah dulu
Daun – daun nan hijau kini telah layu
Matahari hangat sekarang menyengatku

Tuhan, ampuni aku
Yang telah merusak rahmat-Mu
Menghancurkan alam warisan ’tuk anak cucu
Dan telah meracuni mahluk – mahluk-Mu

Tuhan, beri aku kesempatan
Untuk menumbuhkan kembali hutan – hutan,
Memunculkan kecintaanku pada lingkungan,
Dan menambah umur bumiku dengan perlahan

Siapa Yang Terbaik…

Mereka bilang aku tak berguna
Kau bilang aku segalanya
Mereka bilang aku buruk
Kau bilang aku indah
Mereka anggap aku hina
Kau anggap aku sempurna
Mereka perlakukan aku dengan kejam
Kau perlakukan aku dengan lembut
Mareka membuangku
Kau berbagi denganku

Hanya kau yang sanggup menjunjungku
Sedangkan mereka hanya merendahkanku
Namun, mengapa aku mengharapkan mereka
Di lain sisi kau lebih menghargaiku
Mengapa aku meningalkanmu
Sedang mereka juga meninggalkanku

Apa yang aku harapkan dari mereka?
Dan apa yang kurang darimu?

Di Mana Dirimu

tepian danau menunnggu rintikan hujan
yang bersembunyi sepanjang waktu
namun hujan tak kunjung hampiri sang danau
hingga kering kerontang menjadi pecahan
seperti hatiku yang menunggumu
tetapi kau tak kunjung duduk di sisiku
hingga jiwaku kesepian
di mana dirimu?
di mana cintamu?
di mana kesetiaanmu?

Blind Love

Kehilangan

Blak! Suara handbag seorang gadis yang kira kira berusia 15 – 16
tahun jatuh ke lantai koridor sebuah Mall. Gadis itu tercengang dengan penuh
rasa tak percaya ketika melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
Ia seakan ingin memutar waktu dan mengurungkan niatnya untuk menemui
seseorang di Mall itu. Sejenak ia terdiam untuk mencoba memahami apa
yang dilihatnya dan menganggap itu tidak nyata. Tapi itu kenyataan. Kenya-
taan yang tak bisa dielak lagi. Gadis itu benar – benar kecewa. Entah bagai-
mana perasaannya sekarang. Sakit. Perih. Hancur.
Tak terasa beberapa butir air mata telah berlinang di pipinya. Kaki-
nya sudah tak lagi bisa menahan beban tubuhnya. Tapi ia harus berlari se-
kencang yang yang ia bisa dari tempat itu untuk menenangkan diri. Semua
orang yang dilewatinya memperhatikannya. Tapi gadis itu tak peduli. Ia tetap
berlari dan terus berlari. Suara langkah lari dan panggilan namanya juga me-
ngiringi langkah gadis itu. Pemilik suara pemanggil gadis itu adalah seorang
remaja laki – laki yang berusia 16 – 17 tahun-an. Semua orang yang mereka
lewati pasti bisa mengambil kesimpulan bahwa mereka adalah sepasang ke-
kasih muda yang sedang dalam masalah. Entah apa masalahnya.
“Cindy! Ini nggak seperti yang kamu bayangin! Cindy dengerin aku!”
Itulah kalimat yang dilontarkan si lelaki remaja pada gadis itu. Gadis itu tetap
berlari menuju pintu keluar Mall tersebut. Gadis itu segera menuju jalan raya
di depan Mall tersebut dan segera memanggil sebuah taksi. Untungnya re-
maja lelaki tersebut sempat menggenggam tangan gadis itu sebelum gadis
itu masuk ke dalam taksi.
“Cindy! Tunggu aku! Cindy! Biarin aku jelasin ke kamu siapa cewek
itu! Cindy! Please! Dengerin aku!”
“Untuk apa aku dengerin cowok brengsek kaya kamu, Ndre! Semua-
nya udah jelas ‘kan? Kamu udah ketauan jalan bareng sama cewek lain 3 kali
dan itu udah cukup menjelaskan bahwa aku udah nggak perlu lagi percaya
sama kamu. Kenapa sih Ndre, kamu nembak aku 4 bulan lalu kalau kamu
nggak cinta sama aku?”
“Kamu salah paham, Cin! Aku sangat mencintai kamu! Ini nggak
seperti yang kamu kira! Aku nggak selingkuh”
“Bullshit! Lepasin aku” Gadis itu kemudian memukul tangan keka-
sihnya dengan handbag yang sempat jatuh di dalam Mall. “Aku nggak akan
lepasin kamu sampai kamu bilang kamu percaya sama aku!” Remaja lelaki
itu semakin mempererat cengkramannya.
“Lepasin!” Gadis itu-pun semakin keras memukul tangan kekasih-
nya sampai akhirnya ujung handbagnya yang agak runcing mengenai tangan
kekasihnya. “Auww!” Seketika cengkraman remaja lelaki itu lepas hingga ga-
dis tersebut dangan leluasa masuk ke mobil taksi yang sudah lama menung-
gu. “Kita putus!” Itulah kalimat terakhir yang diucapkan gadis tersebut sebe-
lum taksi yang ditumpanginya melaju meninggalkan kekasihnya sendirian.

**
Tut li lut….Tut li lut….Tut li..
“Halo?” Sebuah suara mengikuti sambaran tangan seorang remaja
yang baru saja datang dari ruangan yang berbeda.
“Alex? Ini aku, Cindy. Srep…..”
“Cindy? Kamu nangis? Kenapa?”
“Aku nggak bisa ceritain semuanya lewat telpon. Srep… Bisa kete-
muan nggak?”
“Mmmmm…. Bentar aku lihat jadwalku dulu. Kalau nggak ada les
atau acara lain aku bisa” Remaja itu kemudian menjepit handphonenya de-
ngan telinga dan bahunya kemudian berjalan ke rak buku di sudut ruangan
dan mengambil sebuah buku tulis.
“Halo Cindy? Kamu masih di sana?”
“Srep…Eh iya iya! Aku masih di sini”
“Kalau gitu langsung aja. Kebetulan banget hari ini aku nggak ada
jadwal les atau acara lainnya. Jadi aku bisa ketemuan hari ini. Oh ya, jam be-
rapa?”
“Sekarang bisa nggak?”
“Oke”
“Ya udah, aku tunggu di taman deket rumahku kayak biasanya”
“Tunggu bener lho ya! Jangan kabur kayak dulu lagi”
“Ehehe. Srep….Iya iya. Tak tunggu”
“Oke. Bye. See ya”
Glep…
Remaja itu meletakkan handphonenya di tempat semula. Memang
dia anak disiplin tapi supel dan menyenangkan sehingga orang sedih yang bi-
cara dengannya bisa sedikit demi sedikit mengikis kesedihannya. Tapi siapa
sangka di balik ke-supel-an dan sifat menyenangkannya itu terdapat sebuah
kisah pahit dengan gadis yang baru saja menelponnya yang mulai dilupakan-
nya beserta gadis itu
**
“Aku bener – bener nggak nyangka dia segitu teganya sama aku,
Lex. 4 bulan lalu dia bahkan datang ke aku dan nembak aku kayak Romeo
yang mau nyatain cintanya ke Juliette, tapi sekarang? srep…” Kata seorang
gadis yang bernama Cindy
“Ya udah, sabar aja. Mungkin dia bukan jodoh kamu, oh ya, itu ada
orang jualan es krim. Beli yuk” Jawab seorang remaja di sampingnya.
Bukan malah senyum, gadis yang masih terlihat keaanak – anakan
itu malah cemberut dan melotot.
“Aku ini mau curhat, Alex! Bukan minta Es krim! Emang aku anak
kecil kalau nangis dikasih Es krim?” Semprotnya
Remaja itu membenarkan posisi duduknya dan menarik nafas pen-
dek. “Secara teknis bukan, tapi secara logikaku……..Banget!” Kemudian re-
maja yang bernama Alex itu berlari menjauh sambil tertawa. Awalnya Cindy
tak merespon. Tapi Alex terus menggodanya dan akhirnya Cindy berbalik ke
arah yang berbeda sambil menangis. Alex tahu ada yang salah. Sebelum -
sebelumnya bila Cindy curhat dan dia menggodanya Cindy selalu mengejar-
nya dan memukulnya pelan tanda dia mulai melupakan kesedihannya.
“Cindy!” Teriak Alex. Cindy tetap berjalan membelakangi Alex dan
terus menangis.
**
Cindy berbaring di atas ranjangnya sambil menghadap ke langit -
langit kamarnya dengan pandangan kosong penuh kehampaan, kesedihan,
kekecewaan dan sederet perasaan tak nyaman lainnya. Matanya sedikit beng
-kak karena terlalu banyak menangisi kesedihannya dan kekecewaannya. Ter
-utama kekecewaannya pada Alex, sahabatnya yang sebenarnya dia cintai le
-bih dari mantan kekasihnya yang baru sehari ia putuskan. Tapi Cindy tak kua-
sa untuk menyatakan cinta terpendamnya yang sebenarnya sudah pernah ia
nyatakan. Semua itu karena sebuah kejadian yang sudah lama ia lupakan.
Kejadiannya setahun lalu dan sama persis dengan kejadian yang di-
alaminya sehari yang lalu. Ketika Alex masih menjadi pacar Cindy, Cindy me-
ngajaknya untuk bertatap muka di taman yang baru saja dikunjunginya bersa-
ma Alex. Taman itu sebenarnya kenangan pahit karena di taman itulah hubu-
ngan lebih-dari-sekedar-persahabatan mereka berakhir dengan pengkhianatan
Alex. Tapi mereka malah mengabadikannya sebagai “Surga Persahabatan”
dan sepakat untuk melupakan kejadian itu.
Cindy memang menjalani kesepakatan itu dengan baik bahkan ia lu-
pa bahwa Alex pernah melakukan pengkhianatan yang sama dengan mantan
kekasihnya sehari lalu. Tapi Alex tidak, dia masih sering teringat pada kejadi-
an itu dan merasa bersalah setiap kali Cindy curhat tentang kelakuan buruk
2 mantan kekasihnya setelah Alex. Mungkin karena mereka berdua adalah
sepasang first love.
Tut……tut……tut…..
Sebuah suara memecahkan keheningan di dalam kamar Cindy dan
juga lamunannya. Cindy segera membangkitkan tubuhnya dan berjalan ke me
-ja yang agak jauh dari kasurnya. Cindy mengambil handphonenya dan sege-
ra membuka flipnya.
“Cindy, aku mita maaf kalau aku bercanda keterlaluan. Aku nggak
bermaksud untuk bikin kamu nangis………..” Si penelpon langsung berbicara
tanpa menunggu Cindy mengatakan “Halo”.
“Aku nangis bukan karena aku sakit hati kamu ledekin terus…” Ja-
wab Cindy setelah si penelpon yang ternyata Alex menghentikan kalimatnya.
“Karena apa?”
“Karena…..” Cindy tak melanjutkan kelimatnya. Ia masih belum
sanggup menyatakan isi hatinya. Alex tetap menunggu lanjutan kalimat Cindy.
Kemudian keduanya saling diam. Saling menunggu untuk diajak bicara.
“Aku pengen hubungan kita yang dulu dijalin lagi!” Kata Cindy de-
ngan suara bergetar karena tangisannya sudah tak bisa lagi ia bendung. Kea-
daan menjadi hening kembali. Keduanya tenggelam dalam pikiran masing -
masing. Berfikir tentang apa yang akan dikatakan pada lawan bicara mereka.
Tak lama setelah keheningan itu terjadi terdengar isakan dari Alex. Cindy ke-
mudian mencoba menghentikan tangisannya dan mencoba mendengar lebih
jelas apa yang baru saja didengarnya.
“Alex? Apa kamu nangis?”
“Maaf, Cin. Permintaan kamu terlalu berat buat aku kabulin. Aku uda
-h cukup kehilangan seorang aja” Jawab Alex dengan suara agak bergetar.
“Kenapa? Kita udah sepakat untuk lupain kejadian itu. Aku udah ma-
afin kamu. Aku bahkan lupa kalau kamu pernah ngelakuin hal yang sama ka-
yak yang Andre lakuin ke aku. Aku nggak ngerasa itu pernah terjadi”
“Bukan itu yang aku maksud!”
“Terus apa?”
“Kamu mungkin nggak tahu kalau selama aku cuman jadi sahabat
aku juga udah punya pacar seperti kamu dan kami saling setia sampai 10 bu-
lan. Tapi setelah itu dia…”
“Dia ninggalin kamu seperti Andre ninggalin aku? Dan kamu takut a-
ku akan ngelakuin hal yang sama? Aku bukan orang yang pendendam, Lex.
Aku udah lupain apa yang pernah kamu lakukan setahun lalu!”
“Ini nggak ada hubungannya dengan rasa bersalahku atau aku takut
kamu melakukan hal yang sama kayak aku lakukan!” Bentak Alex. Keduanya
kembali terdiam.
“Dia emang ninggalin aku tapi bukan dengan cara seperti itu..” Kata
Alex dengan suara lebih rendah. Cindy menunggu lanjutan kalimat Alex mes-
kipun hatinya tersayat – sayat karena alasan Alex tak seperti yang diharapkan.
“Dia..dia..dia meninggal…karena kecelakaan waktu aku sama dia
lagi ada masalah” Alex menghentikan kalimatnya karena tak sanggup mena-
han rasa sakit dan dukanya.
“Aku nggak mau itu terjadi sama kamu, Cin..Karena aku masih men
-cintai kamu sama seperti cintaku ke kamu sebelum kita putus dan seperti
cintaku ke dia. Aku nggak mau kehilangan dua kali”
Itukah alsannya kenapa dia nggak mau mengabulkan permintaanku
untuk menjalani kembali hubungan cinta kita? Itu alasan yang sangat nggak
adil untuk aku. Aku bahkan kehilangan 3 kali dan disengaja. Pertama dia sen-
diri kedua orang yang sangat aku puja – puja begitu juga dengan yang ketiga
yaitu Andre. mungkin kehilanganku yang ke 2 dan ke 3 nggak terlalu berarti,
tapi Alex? dia cinta pertama sekaligus pacar pertamaku begitu juga aku buat
dia. Tapi kenapa cinta keduanya yang bisa dia setia dan dijadikan patokan un-
tuk menolak permintaanku?
*************************

little misake

One day, I came to your house
and knocked the door
And I made smiley face for you
when you opened it
But, I disappointed when you showed off
because you made angry face

1st Chorus
I’m sorry for my mistake before
You know I’ve never wanted to
Never meant to
And never though to do that
2nd Chorus
Why do you get so mad
and so angry of my little mistake?
Please, calm down!
And let me to fix it
Oh oh

The next day I came to your house,
again
Still hopping you’re going to stand
and make a smiley face
But, it’s the twice for me
to be disappointed, because of you

(Back to Chorus)

Bridge
Maybe it’s true, that it’s my fault
Maybe it’s true, that I made you upset
that I made you so sad
But, don’t you know that I have a right
to be forgiven and to be treated
as before

(Back to 1st chorus)

Ending Chorus
Why do you get so mad
and so angry of my little mistake
Please, calm down!
And just let me make it up
to you..
to you..
to you….
I’ll make it up to you…..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.